Lama aku terpisah dari dirinya
Sekian lama
Lama sudah berlalu tapi jejaknya
Tertanam slamanya
Dia selalu ada di dalam doa
Terselip nama di dalam doa
Reff:
Lewat radio
aku sampaikan
Kerinduan yang lama terpendam
Terus mencari
biar musim berganti
Radio cerahkan hidupnya
Jika hingga mati ku tak bisa
Menemukan hatinya
Menemukan hatinya
Menemukan hatinya lagi
Lama sudah berlalu
tapi jejaknya
Tertanam slamanya
Dia sgalanya bagiku 2x
Apa yang terjadi jika ku gagal
Other
▼
26 April 2016
HiVi - Heartbeat
Saat pertama kaliku melihatnya dia
Dia ingin kujadikan milikku
Wajahnya cantik memikat hatiku inginku slalu ada di dekatmu
Can you feel my heart beat baby?
I want you know that I love you
Can you feel my heart baby?
I want you know that I love you
Ini kedua kalinya kumelihatnya dia
Dia tak lepas dari pandanganku
Wajahnya cantik memikat hatiku inginku slalu ada di dekatmu
Can you feel my heart beat baby?
I want you know that I love you
Can you feel my heart beat baby?
I want you know that I ..
I want you know that I need you (I love you...I love you)
I want you know that I need you (I need you...I need you)
I want you know that I want you (I want you...I want you)
I want you know that I need you...
Can you feel my heart beat baby?
I want you know that I love you
Can you feel my heart beat baby?
I want you know that I love you
Can you feel my heart beat baby?
I want you know that I love you
Can you feel my heart beat baby?
I want you know that I love you
Dia ingin kujadikan milikku
Wajahnya cantik memikat hatiku inginku slalu ada di dekatmu
Can you feel my heart beat baby?
I want you know that I love you
Can you feel my heart baby?
I want you know that I love you
Ini kedua kalinya kumelihatnya dia
Dia tak lepas dari pandanganku
Wajahnya cantik memikat hatiku inginku slalu ada di dekatmu
Can you feel my heart beat baby?
I want you know that I love you
Can you feel my heart beat baby?
I want you know that I ..
I want you know that I need you (I love you...I love you)
I want you know that I need you (I need you...I need you)
I want you know that I want you (I want you...I want you)
I want you know that I need you...
Can you feel my heart beat baby?
I want you know that I love you
Can you feel my heart beat baby?
I want you know that I love you
Can you feel my heart beat baby?
I want you know that I love you
Can you feel my heart beat baby?
I want you know that I love you
HiVi - Indahnya Dirimu
hey kau yang berdiri disana
tahukah ku disini penuh tanya
mengapa begitu sempurna
hingga detak jantungku
berdebar debar dengan begitu hebatnya
[*]
angin seakan membawa ku menghampirimu
demi satu niat ku ?tuk selalu menjagamu
tanpa tahu untuk apa ku membuang waktu
[**]
woo.. ow.. indahnya dirimu
ingin selalu bersamamu di setiap waktu
habiskan sisa hidup denganmu
[***]
andaikan dirimu dapat ku miliki sepenuhnya seutuhnya
ku ?kan selalu ada ?tuk dirimu selamanya
mengapa mulutku membisu (ku membisu)
setiap saat ku ada di dekatmu
inikah arti cinta bagiku (bagiku)
yang selalu merasuki setiap malam dan mimpi mimpi indahku
back to [*][**][***]
indahnya dirimu
ingin selalu bersamamu di setiap waktu
habiskan sisa hidup denganmu
andaikan dirimu dapat ku miliki sepenuhnya seutuhnya
sepenuhnya seutuhnya, sepenuhnya seutuhnya, sepenuhnya seutuhnya
ku ?kan selalu ada ?tuk dirimu selamanya
tahukah ku disini penuh tanya
mengapa begitu sempurna
hingga detak jantungku
berdebar debar dengan begitu hebatnya
[*]
angin seakan membawa ku menghampirimu
demi satu niat ku ?tuk selalu menjagamu
tanpa tahu untuk apa ku membuang waktu
[**]
woo.. ow.. indahnya dirimu
ingin selalu bersamamu di setiap waktu
habiskan sisa hidup denganmu
[***]
andaikan dirimu dapat ku miliki sepenuhnya seutuhnya
ku ?kan selalu ada ?tuk dirimu selamanya
mengapa mulutku membisu (ku membisu)
setiap saat ku ada di dekatmu
inikah arti cinta bagiku (bagiku)
yang selalu merasuki setiap malam dan mimpi mimpi indahku
back to [*][**][***]
indahnya dirimu
ingin selalu bersamamu di setiap waktu
habiskan sisa hidup denganmu
andaikan dirimu dapat ku miliki sepenuhnya seutuhnya
sepenuhnya seutuhnya, sepenuhnya seutuhnya, sepenuhnya seutuhnya
ku ?kan selalu ada ?tuk dirimu selamanya
RF Indonesia

PENGENALAN RF ONLINE
RF online (atau Rising Force Online) adalah game online
(MMORPG) dengan nuansa gabungan antara fantasi dan masa depan dengan tema yang
menarik. Bermula di suatu galaxy bernama NOVUS, pemain bisa memilih salah satu
dari 3 bangsa yang ada untuk memakmurkan bangsa tersebut dan bertempur untuk
menaklukan seluruh jagad. Bela bangsamu dan jadilah bagian dari sejarah di RF
Online, Pertempuran Tiada Akhir.

Background Story
Accretia adalah otak organik yang memiliki tubuh mekanik. Bukan merupakan Robot yang bergerak dengan program, namun mereka patuh pada aturan, aturan untuk mencapai kesempurnaan. Walaupun Sikap individualis tidak diperbolehkan, kesadaran diri tetap ada; Perkumpulan Accretia tidak terlihat seperti pikiran yang menyatu. Mereka diciptakan dan di didik untuk evolusi dalam satu kesatuan. Namun, kesempurnaan dalam level yang lebih tinggi hanya dapat dicapai melalui kesempurnaan individu.
Accretia merupakan keturunan langsung dari Peneliti EMC,
manusia yang melahirkan Bellato dan Cora melalui percobaan mereka. Dengan
pengembangan ilmu pengetahuan dan dedikasi dari para pendahulu mereka, mereka
berhasil mengembangkan ilmu pengetahuan pada level yang lebih tinggi.
Kebudayaan Accretia adalah pengetahuan dan pemikiran
rasional. Hal ini membuat mereka terus mencari pengetahuan dan penjelasan
rasional dan solusi untuk permasalahan, pada setiap level. Menjadi prajurit
adalah belajar taktik dari pertempuran sebelumnya atau memimpin peneliti
mencari metode kloning baru dengan mempelajari anatomi bangsa lain. Pasukan
Accretia, memiliki tubuh mekanik sepenuhnya dan hanya memerlukan sedikit
kebutuhan. Accretia perlu pemeriksaan teratur. Diluar waktu untuk perbaikan
berkala, Pasukan Accretia mampu memenuhi kebutuhannya sendiri; tubuh robot
mereka dapat menciptakan energi yang dibutuhkan.
Bagaimanapun otak manusia didalam tubuh cyborg Accretia
pada saat tertentu memerlukan istirahat, Otak tidak dapat terus merespon dalam
kelelahan, maka dari itu, Accretia perlu beristirahat untuk memulihkan diri.
Meskipun secara biologis tetap perlu istirahat, kondisi sekarang mereka tetap
jauh lebih kuat daripada dalam tubuh manusia. Tubuh logam mereka juga
memberikan Accretia kemampuan regenarasi jauh lebih besar dari para Bellato dan
Cora.
Accretia Empire memegang prinsip militer yang kuat,
mereka ingin menguasai semuanya untuk Empire. Tidak memiliki perasaan apabila
hal yang diinginkan akan mendatangkan kehancuran bangsa lain, Accretia adalah
bangsa mekanis unit dengan pemikiran materialistik. Accretia bangga menjadi
bangsa yang paling kuat dan hebat dalam alam semesta dan bangga dengan senjata
raksasa yang mereka telah ciptakan untuk membunuh seluruh makhluk hidup.
Senjata raksasa tersebut disebut Launcher, dan merupakan senjata yang paling
mematikan dan ditakuti. Accretia Emprie ingin menjangkau alam semesta lebih
jauh untuk menjadi lebih kuat, dan itu adalah kunci pendorong bangsa mereka.

LAUNCHER
Launcher merupakan senjata pemusnah Accretia dan hanya
dimiliki oleh bangsa Accretia. Senjata Launcher ini memiliki daya hancur yang
sangat besar, tujuan diciptakan senjata ini hanya untuk melenyapkan makhluk
hidup.
Launcher unit memiliki fungsi spesial apabila digunakan
dengan Siege Kit. Apabila menggunakan Siege Kit dengan senjata Launcher,
Accretia akan masuk kedalam Siege Mode dimana Accretia tidak bisa bergerak
selama didalam Siege Mode, tetapi serangan dan daya hancur yang dihasilkan akan
lebih besar.


Bellato Union merupakan bangsa petualang yang memiliki ilmu
pengetahuan yang tinggi. Dalam menjalani petualangannya, bangsa Bellato banyak
didukung dengan berbagai macam teknologi. Bellato mampu membuat Massive Armor
Unit (MAU) dan senjata untuk dipergunakan dalam peperangan. Tingkat gravitasi
yang tinggi di planet asal Bellato membuat tubuh mereka pendek, tetapi fisik
mereka cukup kuat dan pandai. Bellato juga merupakan ahli ekonomi dan
berdagang. Keserakahan telah mendorong mereka untuk pergi ke planet lainnya,
untuk menjajah dan mendapatkan resources lebih. Untuk memperluas sampai akhir
alam semesta, Bellato ingin memastikan bahwa Sektor Novus tidak jatuh dalam
kekuasaan Accretia atau Cora. Keinginan untuk tumbuh dan berkembang pasti akan
membuat alam semesta diliputi kekacauan.
Background Story
Peralatan mekanik Bellato semula diproduksi untuk kemajuan
penelitian, dan pembangunan bukan untuk keperluan pertempuran. Dalam kemajuan
teknologi, berbagai macam Armor Unit diproduksi dalam jumlah besar dan
dikembangkan untuk dapat bertahan dalam pertempuran.
Pada pertempuran awal menunjukkan bahwa Armor Unit membawa
kemenangan besar untuk Federation. Hal ini membuat pengeluaran biaya pertahanan
nasional membengkak, karena banyaknya Armor Unit yang diproduksi untuk pasukan
pertahanan. Dalam catatan pertempuran Novus Armor Unit Sebelumnya juga
menunjukkan beberapa kali kekalahan dengan Launcher Accretia, dan hal ini
melemahkan kekuatan pasukan. Kekalahan ini disebabkan oleh Armor Unit tidak di
design untuk kondisi geografis planet Novus, setelah itu hak untuk memproduksi
diberikan kepada penduduk Novus, kemudian Armor Unit di desain ulang supaya
cocok di planet Novus.
Efisiensi Armor Unit turun dratis karena besarnya biaya
operasional, maka komite perdamaian federasi memutuskan untuk menutup pasukan
armor unit. Armor Unit dibagi menjadi dua bagian; yaitu tipe Field Unit dan
Siege Unit. Siege Unit sangat sulit untuk diproduksi dan memerlukan resource
dalam jumlah besar, lebih besar dari anggaran Federasi. Field Unit cocok untuk
diproduksi dalam jumlah besar dan ekonomis. Hal ini menyebabkan Field Unit
tersebar secara luas. Komite menjadi tidak yakin bagaimana untuk mengatur unit
tersebut, sehingga komite memutuskan orang sipil dapat mengatur dan
memperdagangkan unit dengan harga yang rendah. Namun aturan dikeluarkan karena
besarnya kekuatan yang dimiliki oleh Unit ini, dan untuk memastikan bahwa Unit
tidak digunakan diluar kepentingan militer.
Massive Armor Unit (MAU) Massive Armor Unit atau MAU adalah
senjata perang raksasa bangsa Bellato yang bentuknya menyerupai robot. MAU
memiliki kemampuan pertahanan dan serangan sangat besar, sehingga MAU mempunyai
peranan sangat penting bagi bangsa Bellato dalam pertempuran melawan Accretia
dan Cora.
Bangsa bellato mempunyai 2 macam MAU yaitu:


Holy Alliance Cora adalah suatu bangsa dengan peradaban
spiritual yang amat kuat budayanya di bidang agama dan seni sihir. Berdasarkan
sejarah, bangsa Cora sendiri merupakan bangsa yang terbentuk dari campuran
beberapa negara dan bangsa yang memiliki kepercayaan sama. Penampilan mereka
juga amat menarik, laki-lakinya tinggi tegap, dan perempuannya elok dan cantik.
Bangsa Cora, bertempur untuk keselamatan mereka dari
gangguan bangsa lain. Ahli dalam pertempuran baik secara fisik maupun sihir,
ilmu dan senjata mereka pada umumnya adalah barang yang diberkati oleh dewa
mereka, DECEM. Holy Alliance Cora merupakan bangsa dengan kemampuan sihir
terkuat, sehingga Cora adalah satu-satunya bangsa yang mampu memanggil Animus
untuk membantu mereka dalam pertempuran.
Background Story
DECEM membuat dunia yang dilupakan menjadi keindahan, dan Cora diciptakan untuk menjalankan keinginan DECEM. Mengetahui bahwa mereka bangsa yang terpilih, Cora berkumpul berdasarkan kepercayaan kepada Dewa mereka. Tujuan "Hidup" mereka adalah mendekatkan diri dengan Dewa mereka. Bagi Cora, yang menjalankan keinginan Decem akan memperoleh kekuatan, kemampuan, dan lebih kuat dalam Dark Force. Dark Force adalah hadiah yang paling berharga diberikan Decem untuk anak-anaknya.
Keinginan Decem adalah Cora tidak boleh merusak planet atau
makhluk hidup yang ada, mereka harus menjaga dan memeliharanya, karena melukai
planet adalah melukai Decem sendiri. Cora hanya diperbolehkan untuk menggunakan
resource untuk kepentingan Decem saja. Mereka melakukan semuanya dengan alam,
dan meningkatkan keindahannya. Cora mengolah logam dengan Dark Force, mengolah
logam untuk menciptakan item dan senjata tanpa menyebabkan polusi. Semua
teknologi Cora diperkuat dengan Dark Force.
Baju dan armor Cora dibuat dari bahan natural, pakaian yang
mereka gunakan sangat lembut dan fleksibel. Cora percaya bahwa tubuh mereka
adalah tempat suci untuk Decem. Cora menjaga kecantikan, dan menjaga kebersihan
tubuh mereka dengan baik. Cora mencintai dan menghargai tubuh demi penyesuaian
diri dengan DECEM. Semua makanan harus diberkati oleh Decem sebelum dimakan
oleh bangsa Cora. Makanan harus benar-benar alami dan ditanam khusus untuk
dimakan.
ANIMUS
Sumber kekuatan dari bangsa Cora adalah dewa mereka. Oleh
karena itu DECEM, Dewa Cora meminjamkan penjaganya untuk membantu bangsa Cora
yang disebut "Animus". Animus ini sendiri terdiri dari berbagai macam
jenis, mulai dari Hecate, Inanna, Isis dan Paimon.
Hanya profesi Summoner pada bangsa Cora yang memiliki
kemampuan untuk memanggil Animus. Animus akan sangat membantu Holy Alliance
Cora dalam pertempuran Suci mereka dalam melawan Accretia dan Bellato. Animus
memiliki keunikan, dimana dia memiliki level sendiri. Summoner harus rajin
untuk melatih Animus miliknya sehingga menjadi teman dalam bertempur yang kuat.




Budaya dan Agama
TUGAS IBD
Hubungan Agama dan Budaya:
Tinjauan
Sosiokultural
1. Pengertian Agama
Kata agama berasal dari bahasa Sansekerta dari kata
a berarti tidak dan gama berarti kacau. Kedua kata itu jika dihubungkan berarti
sesuatu yang tidak kacau. Jadi fungsi agama dalam pengertian ini memelihara
integritas dari seorang atau sekelompok orang agar hubungannya dengan Tuhan,
sesamanya, dan alam sekitarnya tidak kacau. Karena itu menurut Hinduisme, agama
sebagai kata benda berfungsi memelihara integritas dari seseorang atau
sekelompok orang agar hubungannya dengan realitas tertinggi, sesama manusia dan
alam sekitarnya. Ketidak kacauan itu disebabkan oleh penerapan peraturan agama
tentang moralitas,nilai-nilai kehidupan yang perlu dipegang, dimaknai dan
diberlakukan.
Pengertian itu jugalah yang terdapat dalam kata
religion (bahasa Inggris) yang berasal dari kata religio (bahasa Latin), yang
berakar pada kata religare yang berarti mengikat. Dalam pengertian religio
termuat peraturan tentang kebaktian bagaimana manusia mengutuhkan hubungannya
dengan realitas tertinggi (vertikal) dalam penyembahan dan hubungannya secara
horizontal (Sumardi, 1985:71)
Agama itu timbul sebagai jawaban manusia atas
penampakan realitas tertinggi secara misterius yang menakutkan tapi sekaligus
mempesonakan Dalam pertemuan itu manusia
tidak berdiam diri, ia harus atau terdesak secara batiniah untuk
merespons.Dalam kaitan ini ada juga yang mengartikan religare dalam arti
melihat kembali kebelakang kepada hal-hal yang berkaitan dengan perbuatan tuhan
yang harus diresponnya untuk menjadi pedoman dalam hidupnya.
Islam juga mengadopsi kata agama, sebagai terjemahan
dari kata Al-Din seperti yang dimaksudkan dalam Al-Qur’an surat 3 : 19 ( Zainul
Arifin Abbas, 1984 : 4). Agama Islam disebut Din dan Al-Din, sebagai lembaga
Ilahi untuk memimpin manusia untuk mendapatkan keselamatan dunia dan akhirat.
Secara fenomenologis, agama Islam dapat dipandang sebagai Corpus syari’at yang
diwajibkan oleh Tuhan yang harus dipatuhinya, karena melalui syari’at itu
hubungan manusia dengan Allah menjadi utuh. Cara pandang ini membuat agama
berkonotasi kata benda sebab agama dipandang sebagai himpunan doktrin.
Komaruddin Hidayat seperti yang dikutip oleh
muhammad Wahyuni Nifis (Andito ed, 1998:47) lebih memandang agama sebagai kata
kerja, yaitu sebagai sikap keberagamaan atau kesolehan hidup berdasarkan
nilai-nilai ke Tuhanan.
Walaupun kedua pandangan itu berbeda sebab ada yang
memandang agama sebagai kata benda dan sebagai kata kerja, tapi keduanya
sama-sama memandang sebagai suatu sistem keyakinan untuk mendapatkan keselamatan
disini dan diseberang sana.
Dengan agama orang mencapai realitas yang tertinggi.
Brahman dalam Hinduisme, Bodhisatwa dalam Buddhisme Mahayana, sebagai Yahweh
yang diterjemahkan “Tuhan Allah” (Ulangan 6:3) dalam agama Kristen, Allah
subhana wata’ala dalam Islam.
Sijabat telah merumuskan agama sebagai berikut:
“Agama adalah keprihatinan maha luhur dari manusia
yang terungkap selaku jawabannya terhadap panggilan dari yang Maha Kuasa dan
Maha Kekal. Keprihatinan yang maha luhur itu diungkapkan dalam hidup manusia,
pribadi atau kelompok terhadap Tuhan, terhadap manusia dan terhadap alam
semesta raya serta isinya” ( Sumardi, 1985:75)
Uraian Sijabat ini menekankan agama sebagai hasil
refleksi manusia terhadap panggilan yang Maha Kuasa dan Maha Kekal. Hasilnya
diungkap dalam hidup manusia yang terwujud dalam hubungannya dengan realitas
tertinggi, alam semesta raya dengan segala isinya. Pandangan itu mengatakan
bahwa agama adalah suatu gerakan dari atas atau wahyu yang ditanggapi oleh
manusia yang berada dibawah.
2. Agama dan Budaya
Budaya menurut Koentjaraningrat (1987:180) adalah
keseluruhan sistem, gagasan, tindakan dan hasil kerja manusia dalam rangka
kehidupan masyarakat yang dijadikan milik manusia dengan belajar.
Jadi budaya diperoleh melalui belajar.
Tindakan-tindakan yang dipelajari antara lain cara makan, minum, berpakaian,
berbicara, bertani, bertukang, berrelasi dalam masyarakat adalah budaya. Tapi kebudayaan tidak saja
terdapat dalam soal teknis tapi dalam gagasan yang terdapat dalam fikiran yang
kemudian terwujud dalam seni, tatanan masyarakat, ethos kerja dan pandangan
hidup. Yojachem Wach berkata tentang pengaruh agama terhadap budaya manusia
yang immaterial bahwa mitologis hubungan kolektif tergantung pada pemikiran
terhadap Tuhan. Interaksi sosial dan keagamaan berpola kepada bagaimana mereka
memikirkan Tuhan, menghayati dan membayangkan Tuhan (Wach, 1998:187).
Lebih tegas dikatakan Geertz (1992:13), bahwa wahyu
membentuk suatu struktur psikologis dalam benak manusia yang membentuk
pandangan hidupnya, yang menjadi sarana individu atau kelompok individu yang
mengarahkan tingkah laku mereka. Tetapi juga wahyu bukan saja menghasilkan
budaya immaterial, tetapi juga dalam bentuk seni suara, ukiran, bangunan.
Dapatlah disimpulkan bahwa budaya yang digerakkan
agama timbul dari proses interaksi manusia dengan kitab yang diyakini sebagai
hasil daya kreatif pemeluk suatu agama tapi dikondisikan oleh konteks hidup
pelakunya, yaitu faktor geografis, budaya dan beberapa kondisi yang objektif.
Faktor kondisi yang objektif menyebabkan terjadinya
budaya agama yang berbeda-beda walaupun agama yang mengilhaminya adalah sama.
Oleh karena itu agama Kristen yang tumbuh di Sumatera Utara di Tanah Batak
dengan yang di Maluku tidak begitu sama sebab masing-masing mempunyai cara-cara
pengungkapannya yang berbeda-beda. Ada juga nuansa yang membedakan Islam yang
tumbuh dalam masyarakat dimana pengaruh Hinduisme adalah kuatdengan yang tidak.
Demikian juga ada perbedaan antara Hinduisme di Bali dengan Hinduisme di India,
Buddhisme di Thailan dengan yang ada di Indonesia. Jadi budaya juga
mempengaruhi agama. Budaya agama tersebut akan terus tumbuh dan berkembang
sejalan dengan perkembangan kesejarahan dalam kondisi objektif dari kehidupan
penganutnya (Andito,ed,1998:282).Tapi hal pokok bagi semua agama adalah bahwa
agama berfungsi sebagai alat pengatur dan sekaligus membudayakannya dalam arti
mengungkapkan apa yang ia percaya dalam bentuk-bentuk budaya yaitu dalam bentuk
etis, seni bangunan, struktur masyarakat, adat istiadat dan lain-lain. Jadi ada
pluraisme budaya berdasarkan kriteria agama. Hal ini terjadi karena manusia
sebagai homoreligiosus merupakan insan yang berbudidaya dan dapat berkreasi
dalam kebebasan menciptakan pelbagai objek realitas dan tata nilai baru
berdasarkan inspirasi agama.
3. Agama dan budaya Indonesia
Jika kita teliti budaya Indonesia, maka tidak dapat
tidak budaya itu terdiri dari 5 lapisan.
Lapisan itu diwakili oleh budaya agama pribumi, Hindu, Buddha, Islam dan
Kristen (Andito, ed,1998:77-79)
Lapisan pertama adalah agama pribumi yang memiliki
ritus-ritus yang berkaitan dengan penyembahan roh nenek moyang yang telah tiada
atau lebih setingkat yaitu Dewa-dewa
suku seperti sombaon di Tanah Batak, agama Merapu di Sumba, Kaharingan di
Kalimantan. Berhubungan dengan ritus agama suku adalah berkaitan dengan para
leluhur menyebabkan terdapat solidaritas keluarga yang sangat tinggi. Oleh
karena itu maka ritus mereka berkaitan dengan tari-tarian dan seni ukiran, Maka
dari agama pribumi bangsa Indonesia
mewarisi kesenian dan estetika yang tinggi dan nilai-nilai kekeluargaan yang
sangat luhur.
Lapisan kedua dalah Hinduisme, yang telah
meninggalkan peradapan yang menekankan pembebasan rohani agar atman bersatu
dengan Brahman maka dengan itu ada solidaritas mencari pembebasan bersama dari
penindasan sosial untuk menuju kesejahteraan yang utuh. Solidaritas itu
diungkapkan dalam kalimat Tat Twam Asi, aku adalah engkau.
Lapisan ketiga adalah agama Buddha, yang telah
mewariskan nilai-nilai yang menjauhi ketamakan dan keserakahan. Bersama dengan
itu timbul nilai pengendalian diri dan mawas diridengan menjalani 8 tata jalan
keutamaan.
Lapisan keempat adalah agama Islam yang telah
menyumbangkan kepekaan terhadap tata tertib kehidupan melalui syari’ah,
ketaatan melakukan shalat dalam lima waktu,kepekaan terhadap mana yang baik dan
mana yang jahat dan melakukan yang baik dan menjauhi yang jahat (amar makruf
nahi munkar) berdampak pada pertumbuhan akhlak yang mulia. Inilah hal-hal yang
disumbangkan Islam dalam pembentukan budaya bangsa.
Lapisan kelima adalah agama Kristen, baik Katholik
maupun Protestan. Agama ini menekankan nilai kasih dalam hubungan antar
manusia. Tuntutan kasih yang dikemukakan melebihi arti kasih dalam kebudayaan sebab
kasih ini tidak menuntutbalasan yaitukasih tanpa syarat. Kasih bukan suatu
cetusan emosional tapi sebagai tindakan konkrit yaitu memperlakukan sesama
seperti diri sendiri. Atas dasar kasih maka gereja-gereja telah mempelopori
pendirian Panti Asuhan, rumah sakit, sekolah-sekolah dan pelayanan terhadap
orang miskin.
Dipandang dari segi budaya, semua kelompok agama di
Indonesia telah mengembangkan budaya agama untuk mensejahterakannya tanpa
memandang perbedaan agama, suku dan ras.
Disamping pengembangan budaya immaterial tersebut
agama-agama juga telah berhasil mengembangkan budaya material seperti
candi-candi dan bihara-bihara di Jawa tengah, sebagai peninggalan budaya Hindu
dan Buddha. Budaya Kristen telah mempelopori pendidikan, seni bernyanyi, sedang
budaya Islam antara lain telah mewariskan Masjid Agung Demak (1428) di Gelagah
Wangi Jawa Tengah. Masjid ini beratap tiga susun yang khas Indonesia, berbeda
dengan masjid Arab umumnya yang beratap landai. Atap tiga susun itu
menyimbolkan Iman, Islam dan Ihsan. Masjid ini tanpa kubah, benar-benar has
Indonesia yang mengutamakan keselarasan dengan alam.Masjid Al-Aqsa Menara Kudus
di Banten bermenaar dalam bentuk perpaduan antara Islam dan Hindu. Masjid Rao-rao di Batu Sangkar
merupakan perpaduan berbagai corak kesenian dengan hiasan-hiasan mendekati gaya
India sedang atapnya dibuat dengan motif rumah Minangkabau (Philipus Tule
1994:159).
Kenyataan adanya legacy tersebut membuktikan bahwa
agama-agama di Indonesia telah membuat manusia makin berbudaya sedang budaya
adalah usaha manusia untuk menjadi manusia.
4. Agama-agama sebagai aset bangsa
Dari segi budaya, agama-agama di Indonesia adalah
aset bangsa, sebab agama-agama itu telah memberikan sesuatu bagi kita sebagai
warisan yang perlu dipelihara. Kalau pada waktu zaman lampau agama-agama
bekerja sendiri-sendiri maka dalam zaman milenium ke 3 ini agama-agama perlu
bersama-sama memelihara dan mengembangkan aset bangsa tersebut. Cita-cita ini
barulah dapat diwujudkan apabila setiap golongan agama menghargai legacy tersebut
Tetapi yang sering terjadi adalah sebaliknya sebab kita tidak sadar tentang
nilai aset itu bagi bagi pengembangan budaya Indonesia. Karena ketidak sadaran
itu maka kita melecehkan suatu golongan agama sebagai golongan yang tidak
pernah berbuat apa-apa. Kalaupun besar nilainya, tapi karena hasil-hasil itu
bukan dari golonganku, maka kita merasa tidak perlu mensyukurinya. Lebih buruk
lagi, jika ada yang berpenderian apa yang diluar kita adalah jahat dan patut
dicurigai. Persoalan kita, bagaimana kita dapat menghargai monumen-monumen
budaya itu sebagai milik bangsa, untuk itu kita perlu:
Mengembangkan
religius literacy
Tujuannya agar dalam kehidupan pluralisme keagamaan
perlu dikembangkan religious literacy, yaitu sikap terbuka terhadap agama lain yaitu dengan jalan melek
agama. Pengembangan religious literacy sama dengan pemberantasan buta huruf
dalam pendidikan. Kitaakui bahwa selama ini penganut agama buta huruf terhadap
agama diluar yang dianutnya. Jadi perlu diadakan upaya pemberantasan buta agama,
Karena buta terhadap agama lain maka orang sering tertutup dan fanatik tanpa
menghiraukan bahwa ada yang baik dari agama lain. Kalau orang mengetahui agama,
maka orang dapat memahami ketulusan orang yang beragama dalam penyerahan diri
kepada Allah dalam kesungguhan. Sikap mengetahui agama ini membebaskan umat
beragama dari sikap tingkah laku curiga antara satu dengan yang lain. Para
pengkhotbah dapat berkhotbah dengan kesejukan dan keselarasan tanpa bertendensi
menyerang dan menjelekkan agama lain. (Budi Purnomo, 2003).
Mengembangkan
legacy spiritual dari agama-agama
Telah kita ungkapkan sebelumnya tentang legacy spiritual dari setiap agama di
Indonesia. Legacy itu dapat menjadi wacana bersama menghadapi krisis-krisis Indonesia yang multi dimensi
ini. Masalah yang kita hadapi yang paling berat adalah masalah korupsi,
supremasi hukum dan keadilan sosial. Berdasarkan legacy yang tersebut
sebelumnya, bahwa setiap agama mempunyai modal dasar dalam menghadapi
masal-masalah tersebut, tetapi belum pernah ada suatu wacana bersama-sama untuk
melahirkan suatu pendapat bersama yang bersifat operasional.
Agaknya setiap kelompok agama di Indonesia sudah
waktunya bersama-sama membicarakan masalah-masalah bangsa dan penanggulangannya
Kesimpulan:
Budaya dan Agama tidak bisa saling beriringan karena
budaya itu banyak macam-macam alangkah baik nya kita berpedoman menurut agama
yang kita anut jangan berpedoman terhadap budaya karena setiap waktu berjalan
budaya pun akan terus berganti sesuai dengan jamannya maupun itu yang positif
ataupun negatifnya.
Daftar Pustaka
https://damayanti327.wordpress.com/about/hubungan-agama-dan-budaya-tinjauan-sosiokultural/
Andito, Atas Nama Agama, Wacana Agama Dalam Dialog
Bebas Konflik, Bandung, Pustaka
Hidayah, 1998.
Budi Purnomo, Alays, Jakarta: Penerbit Buku Kompas, 2003.
Geertz, Clifford, Kebudayaan dan Agama, Yogyakarta:
Kanisius, 1992.
Koentjaraningrat, Pengantar Ilmu Antropologi,
Jakarta: PT Ranaka Cipta,1990
O’Dea, Thomas, Sosiologi Agama, Jakarta: CV
Rajawali, 1984.
Mulyono Sumardi, Penelitian Agama, Masalah dan
Pemikiran, Jakarta; Pustaka Sinar
Harapan, 1982.
Tule, Philipus, Wilhelmus Julei, ed Agama-agama,
Kerabat Dalam Semesta, Flores:Penerbit Nusa Indah, 1994.
Wach, Jajachim, Ilmu Perbandingan agama, Jakarta :
CV Rajawali, 1984.
Nama : Arya
Bunya Mutaqqin
NPM :
11415067
KELAS : 1IB02
Manusia dan Penderitaan
TUGAS IBD UG
MANUSIA DAN PENDERITAAN
1. Pengertian Penderitaan
Penderitaan adalah bahasa yang sering kita dengar.
Penderitaan berasal dari kata derita.Kata derita berasal dari
bahasa Sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya
menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. penderitaan bisa
bersifat lahir dan bersifat batin. Setiap manusia memiliki penderitaan yang
berbeda –beda. Manusia dikatakan menderita apa bila dia memiliki masalah,
depresi karena tekanan hidup, dan lain lain.
Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas
penderitaan manusia bertingkat-tingkat, ada yang berat dan ada juga yang
ringan. Akibat penderitaan yang bermacam-macam. Ada yang mendapat hikmah besar
dari suatu penderitaan, ada pula yang menyebabkan kegelapan dalam hidupnya. Oleh
karena itu, penderitaan belum tentu tidak bermanfaat. Penderitaan juga
dapat ‘menular’ dari seseorang kepada orang lain, apalagi kalau yang ditulari
itu masih sanak saudara.
Menurut agama penderitaan itu adalah teguran dari
tuhan. Penderitaan ada yang ringan dan berat contoh penderitaan yang ringan
adalah ketika seseorang mengalami kegagalan dalam menggapai keinginannya.
Sedangkan contoh dari penderitaan berat adalah ketika seorang manusia mengalami
kejadian pahit dalam hidupnya hingga ia merasa tertekan jiwanya sampai
terkadang Ingin mengakhiri hidupnya.
Penderitaan adalah termasuk realitas manusia di dunia.
Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya
intensitas penderitaan.Suatupristiwa yang dianggap penderitaan oleh
seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Penderitaan adalah
bagian dari kehidupan.
2. Siksaan
Penderitaan biasanya di sebabkan oleh siksaan. Baik fisik
ataupun jiwanya.Siksaan atau penyiksaan (Bahasa Inggris: torture) digunakan
untuk merujuk pada penciptaan rasa sakit untuk menghancurkan kekerasan hati
korban. Segala tindakan yang menyebabkan penderitaan, baik secara fisik maupun
psikologis, yang dengan sengaja dilakukkan terhadap seseorang dengan tujuan
intimidasi, balas dendam, hukuman, pemaksaan informasi, atau mendapatkan
pengakuan palsu untuk propaganda atau tujuan politik dapat disebut sebagai
penyiksaan. Siksaan dapat digunakan sebagai suatu cara interogasi untuk
mendapatkan pengakuan. Siksaan juga dapat digunakan sebagai metode pemaksaan atau
sebagai alat untuk mengendalikan kelompok yang dianggap sebagai ancaman bagi
suatupemerintah.Arti siksaan, siksaan berupa jasmani dan rohani bersifat
psikis, kebimbangan, kesepian, ketakutan.
Siksaan Yang Sifatnya Psikis :
Ø Kebimbangan.
memiliki arti tidak dapat menetukan pilihan mana yang akan dipilih.
Ø Kesepian.
merupakan rasa sepi yang dia alami pada dirinya sendiri / jiwanya walaupun
ia dalam lingkungan orang ramai.
Ø Ketakutan.
adalah sebuah sesuatu yang tidak dinginkan yang dapat menyebabkan seseorang
mengalami siksaan batin. Bila rasa takut itu dibesar – besarkan tidak pada
tempatnya, maka disebut sebagai phobia.
penyebab seseorang merasakan ketakutan, antara lain:
1. Claustrophobia dan agrophobia adalah rasa
takut terhadap ruangan tertutup.
2. Gamang adalah rasa takut akan tempat yang
tinggi.
3. Kegelapan adalah rasa takut bila seseorang
berada di tempat gelap.
4. Kesakitan merupakan ketakutan yang
disebabkan oleh rasa sakit yang akan dialami.
5. Kegagalan ketakutan dari seseotang
disebabkan karena merasa bahwa apa yang akan dijalankan mengalami kegagalan.
3. Kekalutan Mental
Gejala-gejala permulaan pada orang yang mengalami kekalutan mental adalah
sebagai berikut :
1. nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing,
sesak napas, demam, nyeri pada lambung
2. nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas,
ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.
3. Selalu iri hati dan curiga, ada kalanya
dihinggapi khayalan, dikejar-kejar sehingga dia menjadi sangat agresif,
berusaha melakukan pengrusakan atau melakukan detruksi diri dan bunuh diri.
4. Komunikasi sosial putus dan ada yang disorientasi
social
5. Kepribadian yang lemah atau kurang percaya diri
sehingga menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri, ( orang-orang
melankolis)
6. Terjadinya konflik sosial – budaya akibat dari
adanya norma yang berbeda antara dirinya dengan lingkungan masyarakat.
Tahap – tahap gangguan jiwa :
1. Gangguan kejiwaan nampak dalam gejala-gejala
kehidupan si penderita baik jasmani maupun rohaninya.
2. Usaha mempertahankan diri dengan cam negatif,
yaitu mundur atau lari, sehingga cara benahan dirinya salah; pada orang yang
tidak menderita gantran kejiwaan bila menghadapi persoalan, justru lekas
memecahkan problemnya, sehingga tidak menekan perasaannya. Jadi bukan melarikan
diri dan persoalan, tetapi melawan atau memecahkan persoalan.
3. Kekalutan merupakan titik patah (mental
breakdown) dan yang bersangkutan mengalami gangguan
4. Krisis ekonomi yang berkepanjangan telah
menyebabkan meningkatnya jumlah penderita penyakit jiwa, terutama gangguan
kecemasan.
5. Dipicu oleh faktor psychoeducational. Faktor ini
terjadi karena adanya kesalahan dalam proses pendidikan anak sejak kecil,
mekanisme diri dalam memecahkan masalah. Konflik-konflik di masa kecil yang
tidak terselesaikan, perkembangan yang terhambat serta tiap fase perkembangan
yang tidak mampu dicapai secara optimal dapat memicu gangguan jiwa yang lebih
parah.
6. Faktor sosial atau lingkungan juga dapat berperan
bagi timbulnya gangguan jiwa, misalnya budaya, kepadatan populasi hingga
peperangan. Jika lingkungan sosial baik, sehat tidak mendukung untuk mengalami
gangguan jiwa maka seorang anak tidak akan terkena gangguan jiwa. Demikian pula
sebaliknya. Gangguan jiwa tidak dapat menular, tetapi mempunyai kemungkinan
dapat menurun dari orang tuanya. Namun hal ini tidak berlaku secara absolut.
Sebab-sebab Timbulnya Kekalutan Mental
1. Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani
atau mental yang kurang sempurna.
2. Terjadinya konflik sosial-budaya akibat adanya
norma yang berbeda antara yang bersangkutan dan yang ada dalam masyarakat,
sehingga ia tidak dapat menyesuaikan diri lagi.
3. Cara pematangan bathin yang salah dengan
memberikan reaksi berlebihan terhadap kehidupan sosial; overacting sebagai
overkompensasi dan tampak emosional.
Proses – proses kekalutan mental:
Ø Positif, bila trauma (luka jiwa) yang dialami seseorang, akan
disikapi untuk mengambil hikmah dari kesulitan yang dihadapinya, setelah
mencari jalan keluar maksimal, tetapi belum mendapatkannya tetapi dikembalikan
kepada sang pencipta yaitu Allah SWT, dan bertekad untuk tidak terulang kembali
dilain waktu.
Ø Negatif, bila trauma yang dialami tidak dapat dihilangkan,
sehingga yang bersangkutan mengalami frustasi, yaitu tekanan batin akibat tidak
tercapainya apa yang dicita-citakan. Penderitaan berasal dari kata derita. Kata
derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung.
Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan.
Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin. Sedangkan perjuangan
merupakan usaha manusia untuk keluar dari penderitaan.
4. Penderitaan dan
Perjuangan
Setiap manusia pasti mengalami penderitaan, baik secara berat
ataupun ringan. Penderitaan adalah bagian kehidupan manusia yang bersifat
kodrati. Karena itu terserah kepada manusia itu sendiri untuk berusaha
mengurangi penderitaan itu semaksimal mungkin, bahkan menghindari atau
menghilangkan sama sekali. Manusia adalah makhluk berbudaya, dengan budayanya
itu ia berusaha mengatasi penderitaan yang mengancam atau dialaminya. Hal ini
membuat manusia itu kreatif, baik bagi penderita sendiri maupun bagi orang lain
yang melihat atau mengamati penderitaan.
Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah
menjadi konsekwensi manusia hidup, bahwa manusia hidup ditakdirkan bukan hanya
untuk bahagia, melainkan juga menderita. Karena itu manusia hidup tidak boleh
pesimis, yang menganggap hidup sebagai rangkaian penderitaan. Manusia harus
optimis, ia harus berusaha mengatasi kesulitan hidupnya. Allah berfirman dalam
surat Arra’du ayat 11, bahwa Tuhan tidak akan merubah nasib seseorang kecuali
orang itu sendiri yang berusaha merubahnya.
Pembebasan dari penderitaaan pada hakekatnya meneruskan kelangsungan
hidup. Caranya ialah berjuang menghadapi tantangan hidup dalam alam lingkungan,
masyarakat sekitar, dengan waspada, dan disertai doa kepada Tuhan supaya
terhindar dari bahaya dan malapetaka. Kita sebagai manusia hanya bisa
merencanakan namun yang Tuhanlah yang yang menentukan hasilnya.
5. Penderitaan, media
massa, dan seniman
Berita mengenai penderitaan manusia silih berganti mengisi
lembaran koran, layar TV, pesawat radio, dengan maksud agar semua orang yang
menyaksikan ikut merasakan dari jauh penderitaan manusia. Dengan demikian dapat
mengunggah hati manusia untuk berbuat sesuatu.
Media massa adalah alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan
peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada asyarakat luas.
Dengan demikian masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap anatara
sesama manusia, terutama bagi mereka yang simpati. Tetapi tidak kalah
pentingnya komunikasi yang dilakukan para seniman melalui karya seni, sehingga
para pembaca dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari karya tersebut.
6. Pengaruh Penderitaan
Terhadap Kelangsungan Hidup Manusia
Penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam
dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun
sikap negative. Sikap negative misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap
kecewa, putus asa, ingin bunuh diri. Sikap positif yaitu sikap optimis
mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan
perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya
bagian dari kehidupan.
Orang yang merasa dirinya menderita akan mendapat tekanan dari
dalam jiwanya dan rasa malu. Tak jarang banyak manusia yang ingin mengakhir
hidupnya karena tidak kuat menopang siksaan dalam hidupnya. Ini terjadi di
karenakan kekalutan mental. Kekalutan mental merupakan
suatu keadaan dimana jiwa seseorang mengalami kekacuan dan kebingungan dalam
dirinya sehingga ia merasa tidak berdaya.
Gejala- gejala permulaan pada orang yang mengalami kekalutan mental sebagai
berikut :
a) Fisiknya sering merasa pusing, sesak napas, demam dan nyeri pada
lambung.
b) Jiwanya sering menunjukkan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis
(kurangnya emosi, motivasi, atau antusiasme).
Terkadang kekalutan mental bisa berujung pada gangguan jiwa
dikarenakan kepribadiaan yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang
kurang sempurna sehingga orang tersebut merasa rendah diri.
7. Contoh–contoh
Penderitaan dan Penyebabnya
Berdasarkan sebab-sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia
dapat dibagi menjadi 2 bagian sebagai berikut :
o Nasip buruk penderitaan ini karenakan
perbuatan buruk manusia yang dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan
alam sekitarnya. Perbedaan nasip buruk dan takdir adalah jika takdir di
tentukan oleh tuhan sedangkan nasib buruk penyebabnya Karena ulah manusia itu
sendiri. Contohnya : penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan / azab
tuhan. Namun dengan kesabaran dan tawakal dan optimise merupakan usaha
manusia untuk mengatasi penderitaan tersebut.
o Kehilangan orang tua, setiap manusia
pasti mencintai orang tuanya dan memiliki hubungan yang erat dengan
keluarganya. Penderitaan ini adalah yang paling sering kita jumpa dan sangat
sedih tentunya .tapi kesedihan Karena penderitaan diharapkan tidak berlarut
larut karena semua manusia yang hidup pasti akan kembali kepada tuhannya.
o Kemiskinan , banyak orang yang
mederita karena kemiskinan , merasa tidak pernah cukup dengan apa yang telah ia
punya sehingga mengakibatkan seseorang merasa menderita karena tidak bisa
memiliki sesuatu yang ia inginkan. Ini di karena kan kurangnya rasa syukur
manusia atas apa yang telah di berikan oleh tuhan.
o Bencana, tidak ada seorang pun yang dapat
menghindari bencana yang tuhan berikan. Bencana bisa kapan saja dating dan
menimpa siapa saja bahkan seringkali mengakibatkan kehilangan anggota keluarga.
Trauma batin yang diakibatkan karena bencana juga sulit di sembuhkan.
DAFTAR PUSTAKA:
Nama : Arya Bunya Mutaqqin
NPM : 11415067
KELAS : 1IB02
