Therefore,
it is true to say that, “All managers are leaders, but all leaders are not
managers.”
Pemimpin (leader) adalah seorang pemimpin yang mempunyai sifat-sifat kepemimpinan personality atau authority(berwibawa). Ia disegani dan berwibawa terhadap bawahan atau pengikutnya
karena kecakapan dan kemampuan serta didukung perilakunnya yang baik. Pemimpin (leader) dapat memimpin organisasi formal maupun informal, dan
menjadi panutan bagi bawahan (pengikut)nya. Biasanya
tipe kepemimpinannya adalah “partisipatif leader” dan falsafah kepemimpinannya adalah “pimpinan untuk bawahan”.
Salah satu definisi
manajemen yang banyak dianut orang adalah kolektivitas orang-orang yang
melakukan aktivitas manajemen. Jadi dalam kalimat pendek, segenap orang-orang
yang melakukan aktivitas manajemen dalam suatu badan tertentu disebut
manajemen. Dari
istilah manajemen, muncullah istilah manajer sebagai bentuk tunggal.
Manajer adalah pejabat yang bertanggungjawab atas terselenggaranya aktivitas-aktivitas manajemen agar tujuan unit yang dipimpinnya tercapai dengan menggunakan bantuan orang lain. Dan dari uraian tadi, definisi Managing atau mengelola yang diterima banyak praktisi adalah “proses mencapai tujuan melalui kerja orang lain.”
manajer juga merupakan seorang pemimpin, yang dalam praktek kepemimpinannya hanya berdasarkan “kekuasaan atau authority formalnya” saja.
Manajer adalah pejabat yang bertanggungjawab atas terselenggaranya aktivitas-aktivitas manajemen agar tujuan unit yang dipimpinnya tercapai dengan menggunakan bantuan orang lain. Dan dari uraian tadi, definisi Managing atau mengelola yang diterima banyak praktisi adalah “proses mencapai tujuan melalui kerja orang lain.”
manajer juga merupakan seorang pemimpin, yang dalam praktek kepemimpinannya hanya berdasarkan “kekuasaan atau authority formalnya” saja.
Lebih spesifik, perbedaan pemimpin (leader) dan manajer dapat dilihat dari tiga hal yang
selalu berkaitan dengannya, yaitu:
1. Sumber Kekuasaan
Berdasarkan sumber
kekuasaan yang diperoleh, seorang manajer dipilih melalui jalur formal (seperti
dipilih oleh komisaris atau direktur) dengan dasar yuridis yang dimiliki.
Sedangkan pemimpin (leader) kekuasaan yang dimiliki berdasarkan kontrak sosial dengan anggota atau bawahan.
2.
Bawahan
Berkaitan dengan bawahan, manajer memiliki bawahan yang biasanya disebut sebagai staf atau karyawan yang memiliki posisi formal dalam struktur hierarki organisasi. Sedangkan Pemimpin (leader) memiliki bawahan yang biasanya disebut sebagai pengikut.
Berkaitan dengan bawahan, manajer memiliki bawahan yang biasanya disebut sebagai staf atau karyawan yang memiliki posisi formal dalam struktur hierarki organisasi. Sedangkan Pemimpin (leader) memiliki bawahan yang biasanya disebut sebagai pengikut.
3.
Lingkungan Kerja
Adapun
dari segi lingkungan kerja, manajer biasanya hanya dapat memimpin pada lingkungan kerja
organisasi formal saja dan bertanggung jawab kepada atasannya. Sedangkan pemimpin (leader) dapat
memimpin lingkungan kerja organisasi baik formal maupun informal dan
bertanggung jawab kepada anak buahnya.
Berdasarkan hal tersebut
dapat dipahami bahwa pimpinan (leader) memiliki fungsi dasar mengarahkan dan menggerakkan seluruh bawahan untuk
bergerak pada arah yang sama yaitu tujuan. Sedangkan fungsi seorang manajer
berkaitan dengan manajemen, yaitu kegiatan-kegiatan seputar perencanaan (planning), pengorganisasian (organising), penempatan staff (staffing), pengarahan (directing) dan kontrol (controlling). Dalam menjalankan fungsinya, seorang manajer lebih sering
memanfaatkan wewenang dan kekuasaan jabatan secara struktural yang memiliki
kekuatan mengikat dengan dapat melakukan paksaan atau hukuman untuk mengarahkan
bawahan. Sedangkan seorang pemimpin (leader) lebih menekankan pengaruh atau karisma yang dimilikinya
sehingga bawahan secara sadar untuk mengikuti arahan sang pemimpin. Ia
menstimulasi, memfasiltasi, dan berpastisipasi dalam setiap kegiatan yang
menginginkan bawahan mengikutinya. Tidak dengan hadiah, paksaan atau hukuman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar