TUGAS IBD UG
PENDUDUK
PENDUDUK, MASYARAKAT dan
KEBUDAYAAN
Penduduk atau warga suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi
dua: Pertama orang yang tinggal di daerah tersebut. Dan kedua orang yang secara
hukum berhak tinggal di daerah tersebut. Dengan kata lain orang yang mempunyai
surat resmi untuk tinggal di situ. Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi
memilih tinggal di daerah lain. Dalam sosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia
yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu.
Kepadatan penduduk:
Laju pertumbuhan penduduk lebih tinggi di negara
berkembang dibanding dengan negara maju. Kepadatan penduduk dihitung
dengan membagi jumlah penduduk dengan luas area dimana mereka tinggal.
Penurunan jumlah penduduk:
Berkurangnya jumlah penduduk menyebabkan turunnya
jumlah populasi pada sebuah daerah. Hal ini disebabkan oleh perpindahan daerah
kesuburan atau oleh emigrasi besar-besaran. Bisa juga disebabkan oleh penyakit,
kelaparan maupun perang. Namun seringkali oleh gabungan faktor-faktor tersebut.
Di masa lampau penurunan jumlah penduduk disebabkan terutama sekali oleh
penyakit. Pada tahun-tahun belakangan ini populasi penduduk Rusia dan tujuh
belas bekas negara komunis lainnya mulai menurun (1995-2005). Kasus Black Death
di Eropa atau datangnya penyakit-penyakit dari dunia lama ke Amerika merupakan
faktor penyebab turunnya jumlah penduduk.
Transfer penduduk:
Transfer penduduk adalah istilah untuk kebijakan negara
yang mewajibkan perpindahan sekelompok penduduk pindah dari kawasan tertentu,
terutama dengan alasan etnisitas atau agama. Kebijakan transmigrasi oleh
pemerintah Indonesia selama orde baru bisa dikategorikan transfer penduduk.
Perpindahan penduduk lainnya dapat pula karena imigrasi, seperti imigrasi dari
Eropa ke koloni-koloni Eropa di Amerika, Afrika, Australia, dan tempat-tempat
lainnya.
Piramida Penduduk:
Distribusi usia dan jenis kelamin penduduk dalam
negara atau wilayah tertentu dapat digambarkan dengan suatu piramida penduduk.
Grafik ini berbentuk segitiga, dimana jumlah penduduk pada sumbu X, sedang
kelompok usia (cohort) pada sumbu Y. Penduduk laki-laki ditunjukkan pada bagian
kiri sumbu vertikal, sedang penduduk perempuan di bagian kanan.
Piramida penduduk menggambarkan perkembangan
penduduk dalam kurun waktu tertentu. Negara atau daerah dengan angka kematian
bayi yang rendah dan memiliki usia harapan hidup tinggi, bentuk piramida
penduduknya hampir menyerupai kotak, karena mayoritas penduduknya hidup hingga
usia tua. Sebaliknya yang memiliki angka kematian bayi tinggi dan usia harapan
hidup rendah, piramida penduduknya berbentuk menyerupai genta (lebar di
tengah), yang menggambarkan tingginya angka kematian bayi dan tingginya risiko
kematian.
Pengendalian penduduk adalah kegiatan membatasi
pertumbuhan penduduk, umumnya dengan mengurangi jumlah kelahiran. Dokumen dari
Yunani Kuno telah membuktikan adanya upaya pengendalian jumlah penduduk sejak
zaman dahulu kala. Salah satu contoh pengendalian penduduk yang dipaksakan
terjadi di Republik Rakyat Cina yang terkenal dengan kebijakannya 'satu anak
cukup'; kebijakan ini diduga banyak menyebabkan terjadinya aksi pembunuhan
bayi, pengguguran kandungan yang dipaksakan, serta sterilisasi wajib. Indonesia
juga menerapkan pengendalian penduduk, yang dikenal dengan program Keluarga
Berencana (KB), meski program ini cenderung bersifat persuasif ketimbang
dipaksakan. Program ini dinilai berhasil menekan tingkat pertumbuhan penduduk
Indonesia.
MASYARAKAT
Adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi
tertutup (atau semi terbuka), di mana sebagian besar interaksi adalah antara
individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut.
Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab,
musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan
hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas
yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah
masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam
satu komunitas yang teratur.
Berikut ini pengertian masyarakat dari beberapa ahli :
a. Menurut Drs. JBAF Mayor Polak:
Adalah wadah segenap antar hubungan sosial terdiri
atas banyak sekali kolektivas serta kelompok dan tiap-tiap kelompok terdiri
atas sub kelompok.
b. Menurut Prof. M.M Djoyodiguno:
Adalah suatu kebulatan dari segala perkembangan
dalam hidup bersama antara manusia dengan manusia.
c. Menurut Hasan sadily:
Masyarakat adalah suatu keadaan badan atau kumpulan
manusia yang hidup bersama.
Jelasnya masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki
tatanan kehidupan, norma-norma adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam
lingkungannya. Tatanan kehidupan, norma-norma yang mereka miliki tersebut
menjadi dasar kehidupan sosial dalam lingkungan mereka, sehingga dapat
membentuk kelompok masyarakat yang memiliki ciri-ciri kehidupan yang khas.
d. Menurut Richard T. Schaefer dan Robert P. Lamm, 1998:
Adalah sejumlah besar orang yang tinggal dalam
wilayah yang sama, relatif independen dan orang orang di luar wilayah itu, dan
memiliki budaya yang relatif sama.
e. Definisi Masyarakat menurut John J. Macionis, 1997:
Adalah orang orang yang berinteraksi dalam sebuah
wilayah tertentu dan memiliki budaya bersama. (John J. Macionis, 1997).
Karakteristik masyarakat adalah:
1. Aglomerasi dari unit biologis dimana setiap anggota dapat melakukan
reproduksi dan beraktivitas
2. Memiliki wilayah tertentu
3. Memiliki cara untuk berkomunikasi
4. Terjadinya diskriminasi antara warga masyarakat dan bukan warga
masyarakat
5. Secara kolektif menghadapi ataupun menghindari musuh.
KEBUDAYAAN
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan
masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa
segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang
dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah
Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu
yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, serta keseluruhan
struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan
intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda
yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku
dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa,
peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang
kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan
bermasyarakat.
Perbedaan Budaya dan Kebudayaan:
Perbedaan antara budaya dan kebudayaan adalah bahwa
budaya itu merupakan cipta, rasa dan karsa suatu masyarakat, sedangkan
kebudayaan merupakan hasil dari cipta, rasa dan karsa masyarakat tersebut.
Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan
Penduduk, masyarakat dan kebudayaan mempunyai
hubungan yang erat antara satu sama lainnya. Dimana penduduk adalah sekumpulan
manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu. Sedangkan
masyarakat merupakan sekumpulan penduduk yang saling berinteraksi dalam suatu
wilayah tertentu dan terikat oleh peraturan – peraturan yang berlaku di dalam
wilayah tersebut. Masyarakat tersebutlah yang menciptakan dan melestarikan
kebudayaan; baik yang mereka dapat dari nenek moyang mereka ataupun kebudayaan
baru yang tumbuh seiring dengan berjalannya waktu. Oleh karena itu penduduk,
masyarakat dan kebudayaan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan. Kebudayaan
sendiri berarti hasil karya manusia untuk melangsungkan ataupun melengkapi
kebutuhan hidupnya yang kemudian menjadi sesuatu yang melekat dan menjadi ciri
khas dari pada manusia ( masyarakat ) tersebut.
KESIMPULAN PENDUDUK,
MASYARAKAT & KEBUDAYAAN:
Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi
tertutup (atau semi terbuka), di mana sebagian besar interaksi adalah antara
individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Penduduk, masyarakat dan
kebudayaan mempunyai hubungan yang erat antara satu sama lainnya. Dimana
penduduk adalah sekumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang
tertentu. Sedangkan masyarakat merupakan sekumpulan penduduk yang saling berinteraksi
dalam suatu wilayah tertentu dan terikat oleh peraturan – peraturan yang
berlaku di dalam wilayah tersebut. Masyarakat tersebutlah yang menciptakan dan
melestarikan kebudayaan; baik yang mereka dapat dari nenek moyang mereka
ataupun kebudayaan baru yang tumbuh seiring dengan berjalannya waktu. Oleh
karena itu penduduk, masyarakat dan kebudayaan merupakan hal yang tidak dapat
dipisahkan.
DAFTAR PUSTAKA:
http://kuliah-bastian.blogspot.co.id/2014/11/makalah-penduduk-masyarakat-dan.html
http://prabowodaud.blogspot.co.id/2015/09/penduduk-masyarakat-dan-kebudayaan.html
http://kuliah-bastian.blogspot.co.id/2014/11/makalah-penduduk-masyarakat-dan.html
http://prabowodaud.blogspot.co.id/2015/09/penduduk-masyarakat-dan-kebudayaan.html
BUDAYA & BAHASA / SASTRA:
Ketika berbicara mengenai budaya, kita harus
mau membuka pikiran untuk menerima banyak hal baru. Budaya bersifat kompleks,
luas dan abstrak. Budaya tidak terbatas pada seni yang sering kali dilihat
dalam gedung kesenian atau tempat bersejarah, seperti museum. Tetapi, budaya
merupakan suatu pola hidup menyeluruh. Budaya mempunyai banyak aspek yang turut
menentukan prilaku komunikatif. Beberapa orang bisa mengalami kesulitan ketika
berkomunikasi dengan orang dari budaya lain. Hal ini dikarenakan budaya
mempunyai keistimewaan sendiri. Budaya masyarakat satu berbeda dengan
masyarakat yang lainnya sehingga seseorang harus bisa menyesuaikan
perbedaan-perbedaannya. Kebudayaan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan
meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga
dalam kehidupan sehari-hari kebudayaan itu bersifat abstrak.
Ada banyak unsur yang membentuknya budaya,
termasuk bahasa, adat istiadat, sistem agama dan politik, perkakas, pakaian dan
karya seni. Bahasa merupakan perwujudan budaya yang digunakan manusia untuk
saling berkomunikasi, baik melalui tulisan, lisan ataupun gerakan.
Sebagai
perwujudan budaya, bahasa dapat berperan dalam dua hal:
1. Sebagai
alat untuk berekspresi , berkomunikasi, mengadakan integrasi dan adaptasi
sosial
2. Sebagai
alat untuk mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari, mewujudkan seni
(sastra) , mempelajari naskah-naskah kuno dan mengeksploitasi ilmu pengetahuan dan
teknologi.
(sastra) , mempelajari naskah-naskah kuno dan mengeksploitasi ilmu pengetahuan dan
teknologi.
Masalah sastra
dan seni sangat erat hubungannya dengan ilmu budaya, karena materi-materi yang
diulas oleh ilmu budaya ada yang berkaitan dengan sastra dan seni. Budaya
Indonesia sangat menunjukkan adanya sastra dan seni didalamnya. Latar belakang
ilmu budaya dalam konteks budaya, negara dan masyarakat Indonesia berkaitan
dengan masalah sebagai berikut:
1. Kenyataan bahwa bangsa Indonesia berdiri atas suku bangsa dengan segala keanekaragaman budaya yang tercemin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yang biasanya tidak lepas dari ikatan-ikatan primordial, kesukaan, dan kedaerahan.
2. Proses pembangunan yang sedang berlangsung dan terus menerus menimbulkan dampak positif dan negatif berupa terjadinya perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusiapun terkena pengaruhnya.
3. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yg telah diciptakannya.
1. Kenyataan bahwa bangsa Indonesia berdiri atas suku bangsa dengan segala keanekaragaman budaya yang tercemin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yang biasanya tidak lepas dari ikatan-ikatan primordial, kesukaan, dan kedaerahan.
2. Proses pembangunan yang sedang berlangsung dan terus menerus menimbulkan dampak positif dan negatif berupa terjadinya perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusiapun terkena pengaruhnya.
3. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yg telah diciptakannya.
Pengertian
Bahasa / Sastra:
Sastra (Sanskerta: शास्त्र, shastra) merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta śāstra, yang berarti "teks yang mengandung instruksi" atau "pedoman", dari kata dasar śās- yang berarti "instruksi" atau "ajaran". Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada "kesusastraan" atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu.
Kesusasteraan pada lahiriahnya merupakan wujud dalam masyarakat manusia melalui bentuk tulisan dan juga wujud dalam bentuk lisan. Dalam kehidupan sehari-harian, kedua bentuk kesusasteraan sememangnya tidak terpisah dari pada kita. Misalnya, kita akan mendengar musik yang mengandungi lirik lagu yang merupakan hasil sastra. Dan kita sendiri pula akan menggunakan berbagai peribahasa dan pepatah yang indah-indah yang sebenarnya juga merupakan kesusasteraan.
Sastra dibagi menjadi 2 yaitu Prosa dan Puisi. Prosa adalah karya sastra yang tidak terikat sedangkan Puisi adalah karya sastra yang terikat dengan kaidah dan aturan tertentu. Contoh karya Sastra Puisi yaitu Puisi, Pantun, dan Syair sedangkan contoh karya sastra Prosa yaitu Novel, Cerita/Cerpen, dan Drama.
Sastra (Sanskerta: शास्त्र, shastra) merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta śāstra, yang berarti "teks yang mengandung instruksi" atau "pedoman", dari kata dasar śās- yang berarti "instruksi" atau "ajaran". Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada "kesusastraan" atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu.
Kesusasteraan pada lahiriahnya merupakan wujud dalam masyarakat manusia melalui bentuk tulisan dan juga wujud dalam bentuk lisan. Dalam kehidupan sehari-harian, kedua bentuk kesusasteraan sememangnya tidak terpisah dari pada kita. Misalnya, kita akan mendengar musik yang mengandungi lirik lagu yang merupakan hasil sastra. Dan kita sendiri pula akan menggunakan berbagai peribahasa dan pepatah yang indah-indah yang sebenarnya juga merupakan kesusasteraan.
Sastra dibagi menjadi 2 yaitu Prosa dan Puisi. Prosa adalah karya sastra yang tidak terikat sedangkan Puisi adalah karya sastra yang terikat dengan kaidah dan aturan tertentu. Contoh karya Sastra Puisi yaitu Puisi, Pantun, dan Syair sedangkan contoh karya sastra Prosa yaitu Novel, Cerita/Cerpen, dan Drama.
KESIMPULAN BUDAYA DAN SASTRA :
Berdasarkan informasi yang ada , budaya dengan
sastra adalah hal yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya karena
memiliki ketergantungan .Sebagai contoh adalah bahasa yang
merupakan hal yang kita lakukan setiap hari dan itu merupakan sastra.
Jika kebudayaan adalah system yang mengatur interaksi manusia di dalam
masyarakat, maka bahasa adalah suatu system yang berfungsi sebagai sarana
berlangsungnya suatu interaksi.
Masinambouw mengatakan bahwa bahasa (sastra) dan kebudayaan merupakan dua sistem yang melekat pada manusia. Jika kebudayaan adalah sistem yang mengatur interaksi manusia di dalam masyarakat, maka bahasa (sastra) adalah suatu sistem yang berfungsi sebagai sarana berlangsunganya suatu interaksi. Dan inilah bukti bahwa budaya dengan sastra tidak dapat terpisahkan.
Masinambouw mengatakan bahwa bahasa (sastra) dan kebudayaan merupakan dua sistem yang melekat pada manusia. Jika kebudayaan adalah sistem yang mengatur interaksi manusia di dalam masyarakat, maka bahasa (sastra) adalah suatu sistem yang berfungsi sebagai sarana berlangsunganya suatu interaksi. Dan inilah bukti bahwa budaya dengan sastra tidak dapat terpisahkan.
DAFTAR PUSTAKA:
http://wisnuwibixono.blogspot.co.id/2013/11/hubungan-budaya-dengan-sastra.html
http://tugasibd3.blogspot.co.id/
http://wisnuwibixono.blogspot.co.id/2013/11/hubungan-budaya-dengan-sastra.html
http://tugasibd3.blogspot.co.id/
Nama : Arya Bunya Mutaqqin
1IB02 - 11415067

Tidak ada komentar:
Posting Komentar