
Limbah adalah sisa
buangan hasil dari suatu kegiatan produksi. Yang dimaksud produksi bisa dalam
skala domestik atau rumah tangga atau produksi dalam skala yang lebih besar.
Dari pengertian limbah ini, maka limbah industri adalah sisa buangan yang
dihasilkan dari proses produksi pada suatu industri. Tentu saja karena sifatnya
industri, maka jumlahnya lebih besar daripada limbah skala domestik atau rumah
tangga. Diperlukan penanganan yang serius untuk limbah industri karena
dampaknya pada lingkungan lebih besar daripada limbah domestik. Ada dua macam
limbah industri, yakni limbah dalam bentuk cair dan juga limbah dalam bentuk
padat yang biasa disebut sampah. Kedua jenis limbah industri ini tentu saja
tidak sedikit yang mengandung bahan berbahaya dan beracun.
Jika kita berbicara mengenai limbah industri dilihat dari karakternya, maka limbah industri dapat dikategorikan dalam beberapa jenis limbah, yakni padat, cair dan gas. Ada juga limbah dalam bentuk partikel.
Jika kita berbicara mengenai limbah industri dilihat dari karakternya, maka limbah industri dapat dikategorikan dalam beberapa jenis limbah, yakni padat, cair dan gas. Ada juga limbah dalam bentuk partikel.
Hasil buangan buangan
berupa gas dan partikel adalah bagian yang paling dominan dalam pencemaran
udara di sekitar industri. Menurut hasil penelitian, lebih dari 90% dari
pencemaran udara adalah sumbangan limbah industri dalam bentuk gas, baik itu
karbon monoksida, hidrokarbon, nitrogen oksida, sulfur oksida dan beberapa
jenis partikel lain. Parameter penting di dalam ekosistem air adalah jumlah
oksigen terlarut di dalamnya. Jika kadar oksigen terlarut dalam air menurun
dalam jumlah dan kualitasnya, maka akan terjadi ancaman tehadap makhluk hidup
yang tinggal di dalamnya. Hal ini dapat terjadi jika ada pencemaran pada air
yang diakibatkan limbah dalam bentuk cair.
Limbah dari industri
sandang ini tidak kalah serius ancamannya bagi lingkungan daripada industri
pangan. Seperti misalnya dalam kegiatan penyamakan kulit, batik printing dan
bahan sandang lainnya tidak dapat dihindari proses pencelupan yang menggunakan
zat kimia. Terlebih lagi dalam proses tersebut membutuhkan air dalam jumlah
besar hingga sisa buangannya pun banyak sekali. Dalam limbah bekas celupan dan
pencucian bahan-bahan sandang mengandung zat kimia berbahaya seperti zat
pewarna, minyak, serta zat-zat lain yang membutuhkan oksigen besar. Hal in
sangat berbahaya dan beracun. Jika tidak dikelola dengan benar, bahkan langsung
saja dibuang ke sungai maka yang terjadi adalah pencemaran lingkungan berat
yang mengancam kesehatan manusia secara keseluruhan.
Persis seperti yang diberitakan Solopos.com,( 2016/12/28) Badan Lingkungan Hidup (BLH) Solo mencatat limbah produksi batik di sejumlah wilayah di Solo belum tertangani optimal sehingga masih mencemari sungai. Padahal sudah ada instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal di sejumlah lokasi. Ditemui terpisah, Lurah Pasar Kliwon, Roh Warsito, mengaku kesulitan mencegah para pelaku usaha batik membuang limbah produksi mereka ke aliran Kali Jenes. Menurut dia, hampir setiap hari air Kali Jenes di Pasar Kliwon berwarna-warni akibat tercampur limbah produksi batik.
Persis seperti yang diberitakan Solopos.com,( 2016/12/28) Badan Lingkungan Hidup (BLH) Solo mencatat limbah produksi batik di sejumlah wilayah di Solo belum tertangani optimal sehingga masih mencemari sungai. Padahal sudah ada instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal di sejumlah lokasi. Ditemui terpisah, Lurah Pasar Kliwon, Roh Warsito, mengaku kesulitan mencegah para pelaku usaha batik membuang limbah produksi mereka ke aliran Kali Jenes. Menurut dia, hampir setiap hari air Kali Jenes di Pasar Kliwon berwarna-warni akibat tercampur limbah produksi batik.
Hal-hal yang harus
dilakukan sebagai cara penanggulangan permasalahan pencemaran sungai akibat
dari industri batik ini seharusnya para pengusaha batik harus memiliki sistem
pebuangan sisa bahan produksi sebelum bahan produksi itu bisa di buang ke
sungai. Agar bahan-bahan yang siap untuk dibuang di sungai adalah
bahan-bahan yang mencemari air sungai, jadi kebersihan dan kelestarian
ekosistem pada sungai masih asri dan terjaga, sehingga kebersihannya bisa
dirasakan masyarakat sekitar. Memang sulit untuk mewujudkannya, apalagi hal ini
hanya dapat tercapai apabila hati nurani para pengusaha sudah terbuka dan untuk
membuatnya terbuka memerlukan waktu yang tidak sebentar. Butuh konsistensi
untuk membinanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar